Laman

Senin, 10 November 2008

Al AQSHA\

BILA ANAK HIDUP DALAM KRITIKAN, IA BELAJAR MENYALAHKAN ORANG LAIN
BILA ANAK HIDUP DIMUSUHI, IA BELAJAR UNTUK MELAWAN
BILA ANAK HIDUP DALAM EJEKAN, IA BELAJAR JADI PEMALU
BILA ANAK HIDUP DALAM TOLERANSI, IA BELAJAR MENJADI SABAR
BILA ANAK HIDUP DENGAN DIBERI SEMANGAT, IA BELAJAR PUNYA RASA HARGA DIRI
BILA ANAK HIDUP DENGAN PUJIAN, IA BELAJAR HIDUP UNTUK MENGHARGAI ORANG
BILA ANAK HIDUP DALAM KEADILAN, IA BELAJAR MEMBELA KEBENARAN
BILA ANAK HIDUP DENGAN KEPASTIAN, IA AKAN BELAJAR MEMPEROLEH KEBERANIAN
BILA ANAK HIDUP DENGAN PERSETUJUAN, IA AKAN BELAJAR MENYUKAI DIRINYA
BILA ANAK HIDUP DALAM PENERIMAAN DAN PERSAHABATAN, IA BELAJAR MENCINTAI SESAMA DIDUNIA INI

Rabu, 22 Oktober 2008

Al AQSHA HAQQUNA

Dalam Al-Qur’an Al-Karim puluhan ayat yang menjelaskan bahwa semua Nabi itu dalam satu kesatuan, mengakui semuanya, dan merupakan makhluq yang termulia. Serta meniadakan dari setiap usaha pencitraan buruk kepada Nabi dari sebagian manusia yang dilekatkan kepadanya. Al-Qur’an juga bercerita kepada orang Islam dan apa yang ia jumpai dari siksaan fisik dan non fisik untuk memberikan ilham kepada orang Islam agar mengikuti jejaknya. Karena risalah Nabi-nabi dari Nuh hingga Muhammad adalah risalah yang satu bersumber dari sumber yang satu, dan bertujuan dengan satu tujuan dan saling melengkapi satu dengan yang lainnya.
Dengan demikian, bertolak dari iman yang sempurna kita berdiri tegak untuk membela semua warisan dan tempat-tempat suci agama samawi, karena perintah agama kita yang berperan sebagai babak pemangkas dalam serial wahyu langit, dan yang membawa pengikutnya (akibat perannya) bertanggung jawab kemanusiaan secara umum (menyeluruh): Allah SWT berfirman : “Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya Dia telah memilih kamu dan dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan (ikutlah) agama orang tuamu Ibrahim Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu” (Al-Hajj : 78).
Sesungguhnya hakekat tanggung jawab umum ini dan nilainya amat jelas bila di bandingkan dengan perilaku Yahudi dengan Nabi-nabi, yaitu suatu perilaku yang tidak melegitimasi sedikitpun kepada mereka terhadap pembelaan atau penguasaan atas tempat-tempat suci agama yang manapun di atas bumi ini.Sungguh Taurat sendiri serta Injil dan Al-Qur’an juga mensifati mereka (Yahudi) dalam banyak tempat bahwa mereka sebagai ; “pembunuh Nabi-nabi” dan menjelek-jelekkan mereka, dan “anak-anak ular” dan “sesat dan buta” dan “menampakkan kekafirannya”.
Coba perhatikan, beberapa ayat yang pernah tertulis dalam kitab suci Yahudi sendiri, memberikan sifat yang buruk kepada orang-orang Yahudi.
“Tuhan berkata : Inilah Aku pembawa kejelekan kepada Ursyulem, dan Yahudza dan Aku mendorongkan mereka kepada tangan-tangan musuh-musuh mereka sebagai ghanimah (rampasan perang) dan santapan bagi semua musuh-musuhnya; karena mereka berbuat keburukan di matak Ku”.Dalam Taurat : “Inilah Aku pembawa keburukan atas tempat ini dan bangsanya sebab mereka telah meninggalkan Ku, dan mengadakan Tuhan-tuhan lain supaya mereka menjadikan Ku marah karena perbuatan tangan-tangan mereka, maka tersulutlah marah Ku atas tempat ini dan tidak padam”.Dan tertulis dalam buku-buku sejarah mereka bahwa mereka telah membunuh banyak dari Nabi-nabi antara lain : Hizrial, Asy’ia bin Amus, Armia, Zakaria, Yahya bin Zakaria sebagaimana mereka juga berusaha membunuh Isa dan Muhammad kepada keduanya shalawat dan salam Allah. Dan mereka bersepakat menentang (melawan) keduanya dan pengikut-pengikut keduanya.
Dan di dalam Taurat bahwa Israel (nabi Ya’qub) berketetapan untuk membinasakan orang-orang Arab Kan’an dan tidak memberi hidup bagi Kan’an walaupun seandainya orang-orang Arab memeluk Yahudi, karena Yahudi agamanya Israel saja, ini jelas diselewengkan, sebab Ya’qub Nabi Allah dan tidak terlahir darinya tindakan-tindakan yang dzalim.
Dan di “kitab suci” mereka juga disebutkan bahwa manusia selain Yahudi adalah anjing-anjing dan melayani untuk Yahudi dan termasuk pokok agama. Taurat menyatakan dengan lisannya Yahudi : Kami tidak mengambil tanah miliknya orang-orang Arab dan tidak menguasai sesuatupun milik orang lain, akan tetapi ia adalah warisan bapak moyang kami yang dikuasai musuh-musuh kami dengan dzalim”.Sedang “Talmud” ia adalah kitab suci kedua mereka menyatakan kepada mereka : “semua bangsa terlaknat, dan diberikan bangsa Yahudi”.Lalu apakah manusia bisa percaya akan ajaran-ajaran kitab-kitab suci mereka atas warisan agama atau atas warisan peradaban manusia?. Al-Qur-an Al-Karim mengatakan : Hal itu terjadi karena mereka selalu mengingkari ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi yang tidak dibenarkan”. Dan apakah manusia akan baik sedang posisi mereka (seperti ini) untuk mengayomi warisan para nabi? Dan dimana posisi Islam dan orang-orang Islam dari posisi Yahudi dan orang-orang Yahudi? Lalu siapakah yang lebih berhak (utama) untuk menjaga warisan ini dan memeliharanya? Dan orang-orang Islam sejak empat belas abad memandang ke Baitul Maqdis dengan pandangan penyucian, yang mana Baitul Maqdis adalah pusat warisan-warisan agama besar yang wajib dilidunginya. Mereka menghubungkan dengan tali yang kuat antara Al-Masjidil Haram di Makkah dan Al-Masjidil Al-Aqsha di Quds, dan mereka melihat Al-Quds dengan penglihatan kepada keduanya sama dengan pandangan mereka terhadap Makkah. Kepada keduanya dianjurkan untuk memperbanyak bepergian, dan di keduanya warisan agama yang terpampang dalam sejarah, jika Aful-Anbiya’ Ibrahim telah meletakkan sendi-sendi Ka’bah di Makkah maka sesungguhnya bahwa jasadnya yang mulia berdiam melekat dekat dengan al-Quds yaitu di Al-khalil. Sebagaimana pendapat sebagian besar dari kita dan para ahli sejarah. Jika orang-orang Islam di seluruh penjuru bumi mereka shalat menghadapkan wajahnya ke al-Masjidil Haram, sesungguhnya mereka tidak melupakan bahwa Nabi mereka “Muhammad” SAW dan para salaf yang shaleh pernah menghadap ke al-Masjid al-Aqsha qiblat pertama dari dua qiblat sebelum turunnya ayat-ayat yang menentukan qiblat ke Ka’bah, dan di kata Rasul SAW telah mengabdikan peristiwa itu dengan bangunannya “Masjid al-Qiblatain sebagai saksi hidup adanya ikatan agamis antara Makkah dan al-Quds dan antara Masjidil Haram dan Masjidil al-Aqsha. Bila seorang Muslim ingat dengan perasaan agamanya yang menyeluruh dan kesadaran sejarah Islam nya, maka ketika ingat Bait al-Maqdis berarti ingat pula akan tempat Allah berbicara langsung dengan Musa, dan memberi taubat kepada Daud dan Sulaiman, dan menggembirakan Zakaria dengan Yahya, dan menundukkan gunung dan besi untuk Daud, dan mewasiatkan Ibrahim dan Ishaq agar di makamkan di dalamnya, di dalamnya pula lahir Isa dan berbicara dalam buaian, dan turun kepadanya al-maidah (hidangan dari langit) dan di angkatnya Isa ke langit, dan tempat meninggalnya Maryam, inilah sikap seorang muslim terhadap Nabi-nabi dan peninggalan-peninggalannya dan Baitul Maqdis. Yaitu sikap penghargaan dan pensucian serta rasa bertanggung jawab terhadap agama dan sejarah.
Dan lawan dari sikap penyanjungan Islam terhadap Baitul Maqdis, para Nabi dan orang-orang pilihan yang berhubungan dengannya, ialah sikap Yahudi yang menyiksa dan menghina semua hamba-hamba Allah yang baik yang disebutkan di atas.
Jika bukan karena pertolongan Allah kepada mereka, tidak mungkin mereka mampu menjalankan risalahnya, dan jika tidak karena penyucian Al-Qur’an dan pembelaannya kepada mereka tentu akan sampailah sejarah mereka yang buruk pengaruh dari penyelewengan dan kedzaliman Yahudi atas mereka sebagaimana kita dapatkan dari Taurat mereka dalam teks-teks yang terdahulu.Seorang Muslim, seharusnya merasakan bertanggungjawab dalam agama secara menyeluruh terhadap Bait al-Maqdis yang keberadaannya sebagai pusat dasar untuk peninggalan (warisan) Nabi-nabi. Kewajiban ini bukan hanya milik muslimin yang ada di Palestina, tapi juga seluruh muslimin di dunia. Sebab Masjid Al-Aqsho adalah hak seluruh kaum muslimin, seperti halnya Masjidil Haram dan Masjid Nabi.Sesuai dengan ajaran-ajaran Islam bahwa bukan termasuk seorang muslim siapa yang tidak membela/melindungi warisan Nabi-nabi (semua nabi) dari kehancuran fisik atau pemburukan ma’nawi, yaitu usaha yang di upayakan oleh Yahudi di setiap sejarahnya sebatas pemikiran ketika mereka merubah Taurat, dan mulailah mengarang Talmud dan mengisinya dengan apa yang tidak diridhai Allah dan tidak diterima agama langit manapun, dan Yahudi merealisasikan sikap-sikap jahatnya ketika mereka menebar kerusakan diseluruh negeri-negeri Allah, memerangi Nabi-nabi, menyalakan api peperangan-peperangan dan menjadikan diri mereka sebagai bangsa Allah yang dipilih.Sedangkan Yahudi menganggap bangsa lainnya sederajat dengan anjing dan sapi, karena itu wajib bagi seorang muslim yang benar jihadnya untuk melindungi dan mempertahankan syariat Allah, mengembalikan dan mempertahankan Masjidil Aqsho ke pangkuan Muslimin, serta membela saudara-saudara muslim kita yang tertindas di sekitarnya. Al-Aqsho Haquna. Imam S

Sabtu, 18 Oktober 2008

menyambut ramadhan

Perhatian-perhatian…..
Diberitahukan kepada para penumpang RAL (Ramadhan Air Line) dg nomor penerbangan 1429H
Bhw perjalanan akan ditempuh dalam waktu satu hari lagi.
Ketinggian jelajah amal DILIPATGANDAKAN. Dengan 7an taqwa.
Para penumpang diharap tetap mengenakan sabuk AMANAH & menegakkan kursi IMAN & IKHLAS.
Penerbangan ini bebas asap DENGKI.
Atas nama awak kabin yang bertugas,
Kami ucapkan “SELAMAT MENIKMATI BONUS-BONUS PAHALA. SEMOGA SELAMAT SAMPAI TUJUAN”
MINAL AIDIN WALFAIDZIN.

Rabu, 24 September 2008

Kunci Pengokoh Jiwa

1. SIAP

Senantiasa menyadari bahwa hidup di dunia ini hanya satu kali sehingga aku tidak boleh gagal dan sia-sia tanpa guna.

Ikhtiar yang disertai niat yang sempurna itulah tugasku, perkara apapun yang terjadi kuserahkan sepenuhnya kepada Allah Yang Maha Tahu yang terbaik bagiku.

Aku harus sadar betul bahwa yang terbaik bagiku menurutku belum tentu terbaik bagiku menurut Allah, bahkan mungkin aku terkecoh oleh keinginan harapanku sendiri.

Pengetahuanku tentang diriku atau tentang apapun amat terbatas sedangkan pengetahuan Allah menyelimuti segalanya. Sehingga betapapun aku sangat menginginkan sesuatu, tetapi hatiku harus kupersiapkan untuk menghadapi kenyataan yang tak sesuai dengan harapanku. Karena mungkin itulah yang terbaik bagiku.

2. RELA

Realitas yang terjadi yaa... inilah kenyataan dan episode hidup yang harus kujalani.

Emosional, sakit hati, dongkol, atau apapun yang membuat hatiku menjadi kecewa dan sengsara harus segera kutinggalkan karena dongkol begini, tidak dongkol juga tetap begini. Lebih baik aku menikmati apa adanya.

Lubuk hatiku harus realistis menerima kenyataan yang ada, namun tubuh dan pikiranku harus tetap bekerja keras mengatasi dan menyelesaikan masalah ini.

Apa boleh buat, nasi telah menjadi bubur. Maka yang harus kulakukan adalah mencari ayam, cakweh, kacang polong, kecap, seledri, bawang goreng dan sambal agar bubur ayam spesial tetap dapat kunikmati.

3. MUDAH

Meyakini bahwa hidup ini bagai siang dan malam yang pasti silih berganti. Tak mungkin siang terus menerus dan tak mungkin juga malam terus menerus. Pasti setiap kesenangan ada ujungnya begitupun masalah yang menimpaku pasti ada akhirnya. Aku harus sangat sabar menghadapinya.

Ujian yang diberikan oleh Allah Yang Maha Adil pasti sudah diukur dengan sangat cermat sehingga tak mungkin melampaui batas kemampuanku, karena ia tak pernah menzhalimi hamba-hamba- Nya.

Dengan pikiran buruk aku hanya semakin mempersulit dan menyengsarakan diri. Tidak, aku tidak boleh menzhalimi diiku sendiri. Pikiranku harus tetap jernih, terkendali, tenang dan proporsional. Aku tak boleh terjebak mendramatisir masalah.

Aku harus berani menghadapi persoalan demi persoalan. Tak boleh lari dari kenyataan, karena lari sama sekali tak menyelesaikan bahkan sebaliknya hanya menambah permasalahan. Semua harus tegar kuhadapi dengan baik, aku tak boleh menyerah, aku tak boleh kalah.

Harusnya segala sesuatu itu ada akhirnya. Begitu pun persoalan yang kuhadapi, seberat apapun seperti yang dijanjikan Allah "Fa innama'al usri yusran, inna ma'al usri yusran" dan sesungguhnya bersama kesulitan itu pasti ada kemudahan, bersama kesulitan itu pasti ada kemudahan. Janji yang tak pernah mungkin dipungkiri oleh Allah. Karena itu aku tak boleh mempersulit diri.

4. NILAI

Nasib baik atau buruk dalam pandanganku mutlak terjadi atas izin Allah dan Allah tak mungkin berbuat sesuatu yang sia-sia.

Ini pasti ada hikmah. Sepahit apapun pasti ada kebaikan yang terkandung di dalamnya bila disikapi dengan sabar dan benar.

Lebih baik aku renungkan kenapa Allah menakdirkan semua ini menimpaku. Bisa jadi sebagai peringatan atas dosa-dosaku, kelalaianku, atau mungkin saat kenaikan kedudukanku di sisi Allah.

Aku mungkin harus berfikir keras untuk menemukan kesalahan yang harus kuperbaiki.

Itibar dari setiap kejadian adalah cermin pribadiku. Aku tak boleh gentar dengan kekurangan dan kesalahan yang terjadi. Yang penting kini aku bertekad sekuat tenaga untuk memperbaikinya. Allah Maha Pengampun dan Maha Penerima Taubat.


5. AHAD

Aku harus yakin bahwa walaupun bergabung seluruh manusia dan jin untuk menolongku tak mungkin terjadi apapun tanpa izin-Nya.

Hatiku harus bulat total dan yakin dengan seyakin-yakinnya bahwa hanya Allah-lah satu-satunya yang dapat menolong memberi jalan keluar terbaik dari setiap urusan.

Allah Mahakuasa atas segala-galanya karena itu tiada yang mustahil bila Dia menghendaki. Dialah pemilik dan penguasa segala sesuatu, sehingga tiada yang sanggup menghalangi jika Dia berkehendak menolong hamba-hamba- Nya. Dialah yang mengatur segala sebab datangnya pertolongan- Nya.

Dengan demikian maka aku harus benar-benar berjuang, berikhtiar mendekati-Nya dengan mengamalkan apapun yang disukainya dan melepaskan hati ini dari ketergantungan selain-Nya, karena selain Dia hanyalah sekedar mahluk yang tak berdaya tanpa kekuatan dari-Nya.

"Barang siapa bertakwa kepada Allah niscaya akan diberi jalan keluar dari setiap urusannya dan diberi rizki dari arah yang tak diduga, dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah niscaya akan dicukupi segala kebutuhannya. " (QS [65] : 2-3)


Manajemen Qalbu-Aa Gym

Selasa, 16 September 2008

FAQ Jama'ah Muslimin

1. Apa pengertian Jama'ah Muslimin?

Pengertian Jama'ah Muslimin (Al-Jama'ah) sebagaimana yang dijelaskan oleh sahabat Rasulullah shallalahu alaihi Wasallam yaitu : "Al-jamaatu huwa mujama'atu ahlulhaqqi wain qollu"(Al-jama'ah adalah tempat berkumpulnya ahli haq walaupun sedikit)

2. Mengapa muslimin harus berjama'ah?

Karena diperintah oleh Allah dan Rosul-Nya "Dan berpegang teguhlah kamu sekalian kepada tali(agama) Allah seraya berjama'ah dan janganlah bercerai berai" (QS. Ali Imran : 103) "…Tetapilah jama'ah Muslimin dan imam mereka" (HR. Bukhari Muslim)

3. Apa pengertian Khilafah?

Pengertian Khilafah secara etimologi adalah "penggantian", sedangkan secara terminologi adalah kekhilafahan/kepemimpinan di kalangaan umat Islam sepeninggal Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.

4. Bagaimana hubungan Jama'ah Muslimin dengan Khilafah?

Jama'ah Muslimin adalah bentuk masyarakat Islam yang dipimpin oleh seorang Imaam. Khilafah adalah bentuk kepemimpinan masyarakat Islam dan ditakhsis oleh Rasulullah dengan Khilafah 'ala minhajin nubuwwah (Khilafah yang mengikuti jejak kenabian), bukan semata-mata Khilafah.

5. Apa pengertian Imaamah?

Menurut lughah (etimologi) artinya sebagai kepemimpinan. Sedangkan menurut istilah (terminologi) sama dengan pengertian khilafah.

6. Apa pengertian Kholifah?

Kholafah yang memimpin dalam Khilafah/Kekhilafahan.
Jama'ah muslimin adalah perintah dari Rasulullah Shallalahu 'alaihi Wasallam.

7. Apa perbedaan Jama'ah Muslimin dengan Jama'ah lainnya?

Jama'ah Muslimin ada perintahnya dari Rasulullah Shallahu 'alaihi Wasallam "Taljamuu Jamaa'atal Muslimiina wa imaamahum" (Al-Hadits).
Sedangkan selainnya tidak diketahui dalilnya.

8. Apa pengertian Bai'at?

Secara bahasa (etimologi) Bai'at artinya "menjual, barter harta atau perjanjian", sedang secara istilah (terminologi) Bai'at artinya "jual beli jiwa dan harta dari mu'min kepada Allah dengan Jannah".

9. Apa syarat-syarat Bai'at?

Syarat diterimanya bai'at adalah Muslim dan tidak syirik.

10. Bai'at apa saja yang ada pada masa Rasulullah?

Bai'at Aqobah ke-1 dan ke-2 (bai'atun nisa), Bai'atul jihad (perang), Bai'atur Ridlwan, dan Bai'at 'ala at Thaat.

11. Apa perbedaan bai'at pada zaman Rasulullah dengan bai'at mengangkat khalifah?

Bai'at pada zaman Rasul kepada Rasulullah, Bai'at khilafah membai'at seorang kholifah (Imaam) disebut juga Bai'atul Imaaroh (Membai'at seorang Amir).

12. Apa alasan Jama'ah Muslimin mengklaim (menganggap) diri sebagai Jama'ah yang paling haq?

Karena diperintahkan oleh Rasullullah dan merupakan Jama'ah yang pertama kali ditetapi oleh Muslimin setelah runtuhnya dinasti Utsmaniyyah di Turki.

13. Bagaimana tanggapan Jama'ah Muslimin tentang pendapat yang menyatakan bahwa keberadaan Jama'ah Muslimin yang saat ini terkesan ekslusif?

Mungkin karena mereka belum mengetahui Jama'ah Muslimin secara utuh (Karena kurang memperhatikan sunnah Rasullulah).

14. Mengapa jika menetapi Jama'ah Muslimin harus melaksanakan bai'at?

Karena mengikuti contoh/sunnah shahabat ketika mereka membai'at para Khulafaur rasyiddin sebagai Khalifah.

15. Bagaimana proses pengangkatan Imaamul Muslimin dalam Jama'ah Muslimin?

Proses pengangkatan Imaamul Muslimin atau pembai'atan Imaamul Muslimin tidak sulit, kita tinggal mencontoh proses pembai'atan Abu Bakar Shidiq menjadi khalifah, dan para Khalifah sesudahnya.

16. Mengapa kontribusi Jama'ah Muslimin belum begitu terasa oleh umat Islam?

Insya Allah sesuai dengan kemampuan yang dimiliki, Jama'ah Muslimin selalu memberikan konstribusi terhadap setiap persoalan yang dihadapi Muslimin. Setiap amal tidak perlu senantiasa ditampakkan/diperlihatkan, cukuplah Allah yang melihat.

17. Apakah proses pencarian/penelusuran Jama'ah-Jama'ah yang ada di seluruh dunia pernah dilakukan lagi di masa sekarang di mana kondisi dunia sudah semakin terbuka?

Usaha ke arah itu tetap terbuka dan kalau ada yang menyatakan lebih awal serta sesuai dengan khiththah Rasulullah maka Imaam beserta seluruh makmum siap untuk menjadi Ma'mum.

18. Bagaimana jika muncul Jama'ah Muslimin yang baru dengan landasan yang sama dan didukung oleh mayoritas muslimin?

Pelaksanaan syari'at berjama'ah tidak tergantung dari mendapat dukungan atau tidak, barometernya bukan dukungan dari manusia melainkan Al-Quran dan As-Sunnah.

19. Mengapa Jama'ah Muslimin beranggapan bahwa "Islam Non Politik"?

Pertama, Jama'ah Muslimin (Hizbullah) berkeyakinan bahwa Islam itu wahyu dari Allah Subhanahu Wa ta'ala yang disampaikan oleh malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi Wa Sallam. Sedangkan politik adalah hasil karya pemikiran manusia. Kedua, adalah tidak benar kalau Rasulullah diberi amanat oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala untuk menyebarkan Risalah -Nya dengan jalan "menguasai" manusia di Mekkah dan di Madinah, namun Rasulullah menyebarkan Risalah-nya dengan jalan "tabligh" seperti dapat dilihat dalam Al-Qur`an (QS. 5 : 7). Rasul adalah pemberi nasehat dan memberi tahu hal-hal yang tidak diketahui oleh manusia (QS. 7:62); mengajak/dakwah (QS. 16 :125).

20. Bagaimana konsep perjuangan Jama'ah Muslimin dalam menyebarluaskan Syari'at Al-Jama'ah dewasa ini yang tidak bisa lepas dari politik?

Konsep perjuangan Jama'ah Muslimin tidak akan keluar dari Al-Quran dan As-Sunnah Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasallam dan Sunnah Khulafaur Rasyidin al-Mahdiyyin dalam situasi dunia bagaimanapun.

21. Bagaimana sikap Jama'ah Muslimin terhadap muslimin yang tidak melaksanakan ba'iat kepada Imaam Jama'ah Muslimin?

Tetap menganggap mereka sebagai saudara seraya terus menasehati dan mengajaknya untuk sama-sama mengamalkan Islam secara "Kaffah" dalam Al-Jama'ah. Adapun mereka belum berbai'at tidak menjadi alasan ukhuwah sesama muslim menjadi putus.

22. Bagaimana pandangan Jama'ah Muslimin terhadap kekuasaan?

Fungsi kekuasaan adalah fungsi politik, sedangkan Jama'ah Muslimin non politik. Jadi mengatur hidup bermasyarakat umat Islam berdasarkan Al-Qur'an dan As-Sunnah.

23. Bagaimana jika Jama'ah Muslimin diamanahi kekuasaan?

Karena kekuasaan adalah milik Allah dan hanya akan diberikan kepada siapa yang dikehendaki-Nya, maka siapapun yang memperolehnya harus menunaikannya sesuai dengan perintah-Nya (Al-Qur`an dan Sunnah Rasul).

24. Apa dasarnya bahwa Imaam pertama Jama'ah Muslimin itu adalah Wali Al-Fattah?

Karena Wali Al-Fattah adalah orang pertama yang dibai'at sebagai Imaam bagi muslimin setelah runtuhnya dinasti Utsmaniyyah.

25. Bagaimana hubungan Jama'ah Muslimin dengan Pemerintah Republik Indonesia?

Hubungan Jama'ah Muslimin dan pemerintah Republik Indonesia alhamdulillah baik. Sebab Jama'ah Muslimin dalam setiap kegiatannya berdasarkan Al-Quran dan As-Sunnah (ibadah) dan UUD 1945 menjamin warga negaranya untuk beribadah sesuai dengan agama/keyakinan yang dianutnya.

26. Bagaimana sistem (hierarki) kepemimpinan dalam Jama'ah Muslimin?

Sistem (hierarki) kepemimpinan di Jama'ah Muslimin adalah sederhana, yaitu ada Imaam ada ma'mum. Imaam wajib menggembala ma'mumnya dan ma'mum pun wajib taat kepada Imaam selama Imaam taat kepada Allah Subhanahu Wata'ala.

27. Jika khilafah itu sudah ada, mengapa muslimin saat ini masih terpuruk dan menjadi objek mainan orang kafir?

Masya Allahu kaana wa ma lam yasya lam yakun, la haula wala quwwata illa billahi. Setiap keadaan (menang atau kalah, jaya atau terpuruk) adalah ketetapan Allah subhanahu wa ta'ala yang perlu menjadi ibroh dan nasihat bagi muslimin. Jaya dan menang hanya akan diberikan kepada Muslimin saat Muslimin bersatu dalam satu Jama'ah dengan satu imaamnya dan tidak berpecah belah dalam bentuk berfirqoh-firqoh.

28. Mengapa Imaam Jama'ah Muslimin tidak tampil ke permukaan mengambil alih urusan Islam dan Muslimin? Jika belum saatnya, kapan dan bagaimana?

Sepanjang Muslimin tetap berfirqoh-firqoh dan memiliki pemimpinnya sendiri-sendiri, maka komando Imaam tidak akan ada artinya, karena tidak akan didengar dan ditaati. Ketaatan hanya akan diberikan oleh Muslimin yang sudah membai'atnya saja.

29. Bagaimana sikap Jama'ah Muslimin terhadap perkembangan pemikiran khilafah yang saat ini semakin berkembang luas di tengah-tengah umat?

Syari'at khilafah ini untuk diamalkan/dilaksanakan bukan hanya diseminarkan atau diperbincangkan, sebagaimana syari'at sholat, zakat, haji dan lain-lain

30. Bagaimana agar konsep khilafah dan Jama'ah Muslimin ini terlihat realistis di kalangan umat Islam, tanpa menafikan kelompok lain?

Dengan cara mempraktekkan syariat Islam dalam kehidupan sehari-hari dan mengadakan ta'aruf, da'wah, ta'lim secara terbuka.

31. Bagaimana Jama'ah Muslimin menanggapai sebagian umat Islam yang lebih memilih tidak membai'at seorang Imaam, asalkan hidup dan beribadah sesuai Al-Qur'an dan As-Sunnah?

Kita serahkan kepada Allah subhanahu wa ta'ala sambil terus berusaha menyelenggarakan dakwah. Dalam hal ini masih banyak muslimin yang belum mengetahui akan pentingnya bai'at, padahal membai'at khalifah, berjama'ah dan taat adalah unsur-unsur penting dalam ikatan Islam. Sebagaimana atsar sahabat mengatakan: "Tidak akan tegak Islam itu kecuali dengan wujud jama'ah, dan tidak terwujud jama'ah kecuali adanya imaam, dan tidak ada imaam itu kecuali untuk ditaati ".

32. Bagaimana sikap Jama'ah Muslimin terhadap anggapan bahwa orang-orang Al-Jama'ah lebih mementingkan ikhwannya?

Ad-Diinu nashihah. Setiap amal yang menyalahi Al-Qur'an dan As-Sunnah yang dilakukan oleh siapapun perlu diluruskan. Pada prinsipnya yang menjadi dasar acuan adalah prinsip-prinsip ta'awun yang diajarkan Islam itu sendiri

Kamis, 11 September 2008

Do'a Penambah Pulsa

Innahu fulzatun ila simpati wa mentari wa jempoli,
wainahu lakum telkomsel minal emtri

Amalkan 3x sehari sambil nangis didepan counter ....

SMS aneh juga

Do'a Tahan Lapar

Allahuma BARING SNA BARING SNI,
wa HAUS wa LAPAR, wa MAU MATI,
waLIHAT JAM MASIH LAMA,
waKA DAPUR wa TAK ADA AFA-AFA
wa YA SUDAHLAH wa TAHAN AZA.
Amin.

SMS aneh dari teman

Senin, 08 September 2008

Kisah seorang pendo'a

Ketika kumohon pada Allah kekuatan

Allah memberiku kesulitan agar aku menjadi kuat

Ketika kumohon pada Allah kebijaksanaan

Allah memberiku masalah untuk kupecahkan

Ketika kumohon pada Allah kesejahteraan

Allah memberiku akal untuk berfikir

Ketika kumohon pada Allah keberanian

Allah memberiku kondisi bahaya untuk kuatasi

Ketika kumohon pada Allah sebuah cinta

Allah memberiku orang-orang bermasalah untuk kutolong

Ketika kumohon pada Allah bantuan

Allah memberiku kesempatan

Allah tak pernah menerima apa yang kupinta

Tapi aku menerima segala yang kubutuhkan

Do'aku terjawab sudah

Renungan

Assalamu'alaikum Warahmatullah Wabarakatuh,

Hari ini, Senin 09 Ramadhan 1429 H jam 21.08 waktu samarinda - Kaltim

saya dapat short message dari teman yang bernama ALI truscto, ketemu di expo syariah I Samarinda
isi SMSnya seperti ini:


Saudaraku Renungkanlah
"Jika SMS masuk, kita cepat-cepat baca n balas.
Tapi kenapa waktu masuk SHOLAT tidak cepat-cepat kita laksanakan?"
"Isi ulang PULSA 10 ribu kita sanggup,
tapi kenapa SEDEKAH 1000 ke MASJID terasa berat?"
"Waktu mandi macam-macam lagu dinyanyikan,
tapi kenapa waktu akan, BISMILLAH pun kita lupa?
"Bila pulsa habis susah payah kita isi ulang,
tapi kenapa DOSA-DOSA yang kita lakukan kita abaikan?
Haruskah sifat-sifat seperti ini kita remehkan?

sebarkan email ini kepada saudara-saudara MUSLIM sebagai renungan di hati.
Insyaallah saling mengingatkan dalam kebaikan mendapat PAHALA, Amin..!!!